Minggu, 21 Agustus 2016

The Color Run, Live A Healthy Life Happily!


Hey you beautiful people in front of me, could you please do simple thing for me before we going through this blog post?
Yes, Sm:)e! 

Thank you for smiling, that's the best curve ever in your body! Makin kece kan kalo senyum gitu.

Seberat apapun hari yang kita lalui, there's nothing wrong with smile to your friends or anybody else. Bukankah membuat orang lain bahagia juga merupakan bentuk kebahagiaan? One thing, jangan lupa bahagia!


Ngomong-ngomong tentang bahagia, beberapa orang punya definisi kebahagiaan secara muluk, pake prinsip perbandingan materi dan hal-hal artifisial yang ia punya dengan yang orang lain punya. Yang jika belum sama atau melampaui, berarti belum bahagia. Hfffft.

Happiness is not that complicated anyway! Look around us, feel it and be grateful. Kebahagiaan itu sesimple punya paket internet buat stalking sosmed mantan (haha), sesimple masih bisa makan mie goreng telor rawit tengah malem sambil nulis, sesimple kamu tetep senyum meskipun udah nggak diminta, dan sesimple punya kesempatan ikut lari warna-warni 7 Agustus 2016 lalu!

Lari warna-warni, The Color Run presented by CIMB Niaga!

Bahagia pastinya identik sama senyum dan tawa. Tapi menurut saya bahagia tuh juga identik sama warna; banyak warna. Kalau kita bisa memilih kemampuan mata, saya yakin kita nggak akan mau hanya berkemampuan melihat warna-warna monokromatik ataupun punya kekurangan tidak mampu membedakan warna tertentu. Hal ini tuh simple membuktikan kalo warna-warni bisa bikin bahagia.

Salah satu faktor suatu bangsa bisa dikatakan bahagia adalah kalo punya keanekaragaman flora fauna dan punya kekayaan warna budaya. Perut yang bahagia pun adalah perut yang bisa menerima asupan nutrisi buah dan sayur yang beraneka warna. Kalo jiwa dan raga yang bahagia? There's nothing more simple-but-full-of-joy than the happiest 5K on the planet; The Color Run presented by CIMB Niaga!

Jogging udah jadi jenis olahraga yang nggak ada matinya. Adanya Car Free Day bikin jogging makin populer di kalangan warga Jakarta dan kota-kota lainnya. Yang biasanya susah bangun pagi, berkat CFD jadi bisa bangun pagi. Mau serius jogging, jogging tebar pesona, atau jogging-jogging manja, ayok. Alhasil event lari pun bermunculan; mulai dari untuk anak kecil sampai dewasa, dari yang serius sampai santai, dari yang nol koma sekian kilometer sampai marathon. Dari sekian banyak event lari, nothing beats the super duper uber fun of The Color Run!

Saya udah tiga kali puasa, tiga kali lebaran tiga kali ikutan The Color Run.
Alasannya, event 5K mana yang selain bisa diikuti semua usia, pesertanya bisa jogging sesantai mungkin; mau jalan ajah, crawling, jumping, jalan mundur, jalan jongkok, uget-uget kayak ulet, as long as it makes you happy, Sob!
Event 5K mana yang di start line semua pada putih putih dan berakhir di finish line COLORIFIC!!! Apa saya bilang? Berakhir di finish line? Sorry it was my mistake, masih ada banyak keseruan setelahnya dan color throwing party at the 'dance floor' di festival area!
Event 5K mana yang bikin kita pengen selfie, record video, slomo, snapchat di tiap beberapa langkah. Yang meskipun wajah, kepala, pundak, lutut, kaki, lutut, kaki cemong tapi tetep nyengir-nyengir.

Masih banyak banget hal-hal spesial di The Color Run yang bikin predikat the happiest 5K on the planet emang pantes disandang. Kalo ditulis semua, kalian mau tanggung jawab kalo pas ambil racepack The Color Run tahun depan saya masih ngetik?


The Day
Setelah sarapan telor ceplok setengah matang dengan tingkat keasinan yang wajar (penting banget Bri?), saya datang ke Parkir Timur Senayan sekitar pukul 6:30 pagi. Bukan buat jadi juru parkir ataupun Pak Ogah, ogah lah. Jelas mau ikutan The Color Run 2016 dooong.

Nuansa The Color Run tahun ini cukup berbeda. Bertema Tropicolor, warna-warna vibrant dan gimmick tropis menghiasi berbagai area. Belum mulai aja, udah berasa santai kayak di pantai.

Setelah warming up dan menyaksikan Citilink Dance, tepat pukul 7 kami semua berkumpul di area start line. Setelah mobil The Color Run mulai berjalan, gelombang pertama pun diberangkatkan. Octo the octopus, si gurita merah maskot CIMB Niaga juga ikut menyambut kami para color runners di garis start. Berselang 5-10 menit, gelombang berikutnya diberangkatkan. Tujuan dibuatnya kloter keberangkatan ini pastinya biar kita bisa lebih menikmati jogging, nggak malu-malu kalo mau selfie, lebih aman kalo tiba-tiba berhenti atau jalan selow, dan lebih lega kalo mau joget joget di tiap zona warna. Dan satu lagi, kalo bangun agak kesiangan jadi lebih amaaan.


video antusiasme para Color Runners sesaat sebelum acara dimulai!

Gelombang pertama mulai meninggalkan garis start
Tiap 1 kilo (kilometer lintasan ya bukan kilogram lemak yang kebuang), kita bakal berjumpa dengan zona manja penuh warna. Ada certified color-throwers yang berjaga di tiap zona yang siap melempari kita dengan senyum ceria dan color powder tentunya. Ada zona oranye, kuning, hijau, biru, dan tentunya merah semangat di garis finish. Di zona warna, kita bebas mau ngapain aja; selfie, levitasi, joget, tiduran, asal tau diri, nggak sampai ganggu dan menghalangi peserta lain yaa.
Memasuki zona oranye
Jump in the yellow zone!
Kita juga bisa nemuin beberapa keseruan di antara zona warna. Misalnya ada kegiatan bagi-bagi Mizone dan Aqua di antara zona oranye dan kuning, photobooth dan music DJ setelah zona hijau, juga para volunteer yang heboh ngasih semangat dan high five dengan kita sesaat menjelang finish. Oh iya, saya juga melihat beberapa color runners yang memakai kostum pahlawan dalam rangka menyambut perayaan hari kemerdekaan RI dan juga pemanasan pagelaran Drama Musikal Khatulistiwa dalam memperingati Hari Pahlawan November mendatang.


Video free drinks dari Mizone dan Aqua

Foto bareng Color Runner berkostum pahlawan
High Five (I captured it from my video)
Sesampainya di zona merah, para color runners termasuk saya semakin heboh merayakan momen finish masing-masing. Setelah itu, kami mendapatkan mizone, 1 pack of color powder dan medali! Yeah, we're all the winners of winning our happiness. Btw, pasti ada yang nanya, aman nggak sih color powdernya? Jawabannya aman banget! Color powder The Color Run terbuat dari corn starch dan udah FDA approved juga. Jadi, 100% natural & safe.


Slomo di finish line, everybody was sooo happy!

Finish!
Lanjut, The Color Run presented by CIMB Niaga 2016 nggak berhenti sampai di situ. Ada food trucks dengan berbagai pilihan menu yang siap bikin lidah bahagia, wall of fame, beach lounge yang kece badai dengan bean bags & swingers, serta booth-booth sponsor dengan activity menarik dan segudang hadiah.
Food zone
Salah satu food truck dengan desain unik
Wefie in fornt of a big pineaplle!
Wall of fame
The beach lounge

Genjot dulu, dapat jus buah kemudian

Puncak keseruan berada di main stage festival area. Dengan membawa color powder yang dibagikan di garis finish dan beberapa color powder yang dilempar pengisi acara dari stage, kita dapat menikmati color throwing party dan ngelemesin urat-urat jaim sambil dancing out all day dengan instruksi dari mc dan Max Rantz. Sunbathing? No problem!

The medal and a pack of color powder!
Selain bersenang-senang dan meluncurkan kartu kredit CIMB Niaga Wave n Go, CIMB Niaga juga memberikan donasi kepada Yayasan Onkologi Anak Indonesia & penyerahan sponsorship bus tingkat wisata TransJakarta. Gubernur DKI Jakarta, Bapak Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok hadir secara langsung untuk melakukan penyerahan bus tingkat wisata TransJakarta kepada Pemrov DKI Jakarta bersama Presiden Direktur CIMB Niaga, Bapak Tigor M. Siahaan dan juga CEO Trans Jakarta, Bapak Budi Kaliwono.

Kehadiran Pak Ahok di The Color Run 2016

I'd like to thank The Color Run presented by CIMB Niaga so much which always been reminding us to live our healthy life happily! Last but not least, I want to congratulate the all team on your success. Keep up the good work! 😉


Testimoni dari Color Runners

Selasa, 09 Agustus 2016

Welcome to Club 25, B!

"Hey Birthday Boy, welcome to club 25!", saying myself to me.



As I can recall all of my birthday memories, this year may be the second most-memorable birthday in my life.

The most memorable birthday is the 17th.
I moved to Jakarta when I was late 16. My 17th birthday was on several days before the first day of college. No parents, siblings, old friends, cake, or candle. I'm not lying but I was literally crying either realized that I should change myself into more mature, into that birthday boy who doesn't make birthday celebration a prior anymore.

The second is the 25th.
I seldom say happy birthday to my friends since 4 years ago (except the real closed ones or it happens on chat group). Facebook and other social sites might be the reminder but as I'm getting older (after graduation), my thumbs are not that very excited to say blank-feeling birthday wishes.

As the prize, I'm less expecting birthday wishes-surprise-cake-gifts than when I was in college or school. So, if you guys still remember or have time to say any birthday wishes to me, it beyonds my expectation and I'm so grateful to have you. :D

Thank you so so sooo much for wishing happiness for me. I appreciate it. But, if I can choose for wishes you gonna send me, I'd like to ask you to wish me strength... to face the fact that some people will never be coming back... and courage to face the truth that some feeling are impossible to change back.

I'm not saying that the other bithdays are not memorable. But these 2 mentioned birthdays catch my deep feeling yet make me thinking more about.. life? The ones which give you lesson(s) or 'something'.

Once again, happy birthday!

Jumat, 22 Juli 2016

Buah, Teman Hidup Sehat Sebelum dan Setelah Lebaran

Mudik lebaran dan kumpul bareng keluarga udah. Saatnya kita kembali ke rutinitas di kota domisili masing-masing. Tapi, nggak ada salahnya kan kita flashback sebentar ke masa-masa puasa Ramadhan lalu. Jangan cuma flashback ke masa-masa sama mantan dulu. Eh.

Salah satu kubah bangunan di Malang
Berpuasa, terlebih bagi saya yang berbadan besar dan doyan makan ini adalah momen dengan tantangan tersendiri. Pertama, takut lemes dan nggak kuat iman tapi yang kedua, kan lumayan bisa sekalian diet. Maksud terselubung.

Selama berpuasa terjadi perubahan setidaknya pada pola makan, jam makan dan jam istirahat. Saat sahur, saya pribadi kadang malas bangun atau memang nggak kebangun sama alarm. Diperlukan perjuangan ekstra melawan kantuk dan rasa malas makan kala sahur. Setelah subuh, rasa ingin tidur lagi seringkali nggak terbendung. Akibatnya, pas bangun pagi mulut terasa aneh dan perut pun begah. Waktu berbuka, waktu yang paling dinanti ketika berpuasa juga nggak selamanya indah. Kalap makan gorengan dan minuman manis kadang berujung pada malas tarawih, pada penyesalan.

Suka kalap kalo buka puasa
Tapi itu dulu. Makin kesini, saya makin menyadari bahwa puasa selain tentu saja tentang menjaga hawa nafsu dan empati sosial, pun juga mengenai mengendalikan nutrisi, porsi, dan emosi ketika makan.

Pada saat sahur, terkadang kita mendahulukan konsumsi makanan-makanan yang simple, nampak lezat dan mengenyangkan. 'Makan yang kenyang biar puasanya kuat ya kak' adalah anjuran orang tua semasa kecil yang kadang bikin salah kaprah. Padahal ada yang lebih penting daripada kenyang. Yap, makan makanan dengan nutrisi seimbang dan yang bisa memberi tubuh energi secara perlahan-lahan. Bukan yang bikin kenyang (sesaat) tapi malah bikin gampang laper.

Pada saat berbuka, boro-boro milih, semua juga keliatan enak. Apalagi kalau kita dihadapkan sama all-you-can-eat food buffet, semua bisa diembat sampe nafas kadang tersumbat dan langkah kaki terasa lambat. Bisa-bisa juga bikin gak bisa ngomong, kayak Limbad. Eugh!

Tiap orang punya tips dan trik dalam menghadapi problematika makan ketika puasa. Kalau saya sih simple. Selain makan secukupnya dengan komponen seimbang seperti karbohidrat (nasi putih, nasi merah, oatmeal, atau kentang), protein (daging, telur, ikan atau kacang-kacangan) dan sayur, yang tidak kalah penting adalah buah.

Jangan lupakan buah

Kurma
Nggak salah kurma menjadi buah yang identik dengan bulan puasa. Buah yang berasal dari timur tengah ini mengandung banyak zat gula yang memang dibutuhkan tubuh. Tapi jangan salah sangka dulu, zat gula yang ada di dalam kurma ini mempunyai indeks glikemik yang rendah. Jadi energinya bisa disebar ke tubuh secara perlahan. Akibatnya, kita bisa kenyang lebih lama selain juga manfaat lain seperti bisa melawan kolestrol tubuh. Dimakan pas sahur dan berbuka, sama-sama cocok!

Pisang
Daripada mengonsumsi suplemen berbahan kimia, pisang bisa jadi alternatif. Selain bisa membantu melancarkan pencernaan karena mudah dicerna tubuh, pisang juga berkhasiat menormalkan tekanan darah dan menjaga kesehatan jantung. Bisa juga dicemil sebagai takjil praktis kala berbuka!

Jeruk
Jeruk, yang emang jadi favorit karena rasanya yang manis dan segar juga terkenal sebagai buah yang direkomendasikan ketika kita sedang flu atau kurang fit. Nah, segelas jeruk hangat ketika sahur bisa jadi opsi biar nggak gampang drop. Kalau untuk buka puasa? Jus jeruk sepertinya segar dan lebih sehat dibanding es sirup atau milkshake dengan banyak pemanis tambahan.

Apel
Beberapa orang bilang apel adalah salah satu buah yang akrab dikonsumsi oleh seseorang yang sedang diet. Bagaimana tidak, apel memang manjur dalam menekan nafsu makan karena buahnya yang padat dan mengenyangkan. Pas banget nih buat buka puasa. Manfaat yang lebih optimal akan kita dapat jika kita makan apel beserta kulitnya. Tapi jangan lupa dicuci bersih ya.

Pepaya
Kalau ini adalah salah satu buah favorit saya! Gimana nggak, dimakan langsung enak, disiram air jeruk nipis terlebih dulu enak, dipotong kecil dan dibikin es buah juga enak. Ternyata pepaya juga bagus buat orang yang memiliki penyakit maag. Cairan yang terkandung serta daging buahnya yang halus membantu agar lambung tidak nyeri saat mencerna makanan.

Blewah
Blewah jadi salah satu buah yang mudah ditemui di pasar saat bulan puasa. Selain nikmat jika dibuat es blewah saat berbuka, blewah juga cocok dimakan pas sahur lho. Ternyata, blewah punya zat khusus yang bisa membantu usus menyerap makanan yang kurang mudah dicerna. Jadi nutrisi makanan yang kita makan bisa lebih optimal masuk ke dalam tubuh.

Buah-buahan segar [weknowyourdreams.com]

Pada dasarnya, hampir semua buah baik dan berguna bagi tubuh asalkan dikonsumsi secukupnya dan ditunjang dengan pola makan, istirahat dan olahraga yang baik. Meskipun semua buah itu baik, kita harus tetap memperhatikan kualitas dan kesegarannya. Buat saya, Buah Pasti Sunpride!

Mau cari buah nusantara kayak pisang, jeruk baby, guava crystal, nanas honi, pepaya, melon, buah naga, sampe mangga? Ada! Buah mancanegara kayak apple, kiwi, dan pear? Juga ada!
Lengkap kannn? Puasa lengkap, nutrisi juga lengkap deh.

Nah, setelah sebulan puasa biasanya kita nggak bisa terlepas dari lebaran yang menyajikan makanan-makanan yang mengandung banyak lemak dan kolestrol seperti opor, rendang, bakso, sambel goreng ati juga kue-kue kering yang mengandung banyak gula. Makanan-makanan enak ini memang menggetarkan lidah dan membuat kelenjar saliva mengucur tak henti.

Cukuplah sudah menggetarkan lidah selama 1 atau 2 minggu saat lebaran. Saatnya kita kembali menggetarkan tubuh alias kembali ke pola hidup sehat. Olahraga, diet atau pola makan dengan gizi seimbang, serat cukup, dengan buah sebagai nutrisi pelengkap. Cukup hati saja yang lebaran, badan jangan ikut lebar-an.


Kali aja males baca, ini ada video yang kurang lebih menceritakan tentang pentingnya buah sebagai kelengkapan nutrisi kala berpuasa Ramadhan. Kalo udah baca atau ngeliat video, boleh lho kasih komen. Kalo males kasih komen, at least doain saya ya biar bisa jalan-jalan ke kebun Sunpride di Lampung dan dapat pasokan buah selama 3 bulan. Beneran, lagi pengen banget balik langsing kayak tahun 2013. Aamiin.